RSS
Showing posts with label Culinary. Show all posts
Showing posts with label Culinary. Show all posts

Short Vaca, Bali

Bali, sebuah pulau yang selalu terdengar indah. Keindahan dan keunikan pulau ini tidak akan pernah habis kita nikmati. Selalu saja ada hal baru yang ditawarkan oleh pulau dewata ini.

Liburan saya kali ini di Bali adalah dengan menyusuri pantai-pantai cantik yang mengelilinginya. Kuta dan Seminyak adalah pantai yang terkenal dengan keramahan ombak yang seringkali dinikmati wisatawan mancanegara dengan berselancar, kawasan Uluwatu yang terkenal dengan pura dan tarian kecak yang tersohor, pantai Sanur dengan keindahan matahari terbit dan Pandawa dengan tebing-tebing elok disepanjang pantainya. Green Bowl atau dahulu disebut dengan Bali Clift, disebut Green Bowl karena memang penampakan Pantai ini dari atas terlibat seperti sebuah mangkuk raksasa berwarna hijau. Dreamland masih menawarkan keindahan pantai pasir putih tapi pesonanya tidak sebanding dengan namanya karena kawasan Dreamland sekarang terkesan kurang bersih. Tak lupa kawasan Tanjung Benoa dengan ragam permainan airnya ( disini saya jatuh cinta dengan Parasailing dan Jet Ski J ).


www.fortaelle.blogspot.com
Tari Kecak

Saya juga sempat mengunjungi Garuda Wisnu Kencana Park atau yang lebih dikenal dengan sebutan GWK adalah sebuah patung pahatan dewa Wisnu yang sedang mengendarai Garuda. Proyek pembangunan patung ini sempat terhenti sejak peletakan batu pertamanya pada tahun 1997 silam tetapi diharapkan akan dirampungkan dalam waktu tiga tahun mendatang. Bila selesai nantinya patung GWK ini akan menjadi patung terbesar dan tertinggi di dunia dengan tingginya yang mencapai 126 m. 

 Dan hal lain yang saya lakukan tentu saja dengan berburu kuliner khas Bali. Nasi pedas bu Andika menjadi pilihan pertama saya, karena memang jaraknya tidak terlalu jauh dari hotel tempat saya menginap. Nasi pedas bu Andika menawarkan aneka ragam masakan rumahan khas Bali dengan selera pedas, mulai dari ayam kecap pedas, teri goreng, terung pedas sampai dengan papaya muda (saya lupa nama khas balinya) yang serba pedas dengan harga bersahabat.

Ayam Betutu Gilimanuk
Ayam betutu gilimanuk menjadi santapan malam saya, jika ayam goreng sudah biasa, yang saya nikmati kali ini adalah ayam betutu kuah, disajikan dengan plecing kangkung dan sambal matah dan kacang goreng yang renyah, terasa begitu Bali di lidah saya.


Seorang teman menawarkan saya untuk menikmati panganan ringan khas Bali, yaitu rujak kuah pindang, semacam rujak dengan buah-buahan seperti bengkoang, mangga, salak dan pepaya muda dengan kuah pindang yang segar. Dan ditempat rujak ini saya menemukan panganan lainnya seperti Tipak Canthok dan Es Daluman (di Jawa Barat dikenal dengan nama Es Cingcau)

Hidangan Seafood Bakar
Dan tempat terakhir yang selalu saya tunggu ketika berkunjung ke kawasan wisata pantai adalah sajian khas seafood. Menega Cafe menjadi pilihan saya. Ragam pilihan seafood ditawarkan, mulai dari cumi, udang, sampai berbagai jenis ikan. Rasa seafood yang gurih dan suasana tepi pantai Jimbaran selalu menjadi penutup liburan yang menyenangkan. 





- kuta, 16092014 -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bandung Culinary

Bandung dan beragam pesonanya selalu mempunyai tempat di hati saya. Selain karena saya memang dilahirkan disana, berjuta kenangan terukir di kota yang di kenal dengan sebutan Paris van Java itu. Saya memang dibesarkan di bumi parahyangan, tepatnya di ibukota priangan timur. Tetapi, Bandung sudah mendarah daging dalam diri saya.

Bandung memang tidak akan pernah ada habisnya. Walaupun tingkat kemacetan semakin tinggi karena semakin banyaknya wisatawan yang datang pada masa liburan dan weekend, banjir yang datang ketika musim hujan, tidak akan mempengaruhi kecintaan saya terhadap kota ini. Berbicara mengenai Bandung, tak lengkap juga jika tidak membicarakan kulinernya yang semakin beragam dari hari ke hari, mulai dari makanan ringan sampai makanan berat. Mulai dari masakan tradisional Indonesia, sampai mancanegara. Beberapa yang menjadi favorit saya diantaranya adalah:

1.   HDL 293 Seafood, masakan serba seafood yang selalu memanjakan lidah ini harganya emang bersaing banget. Tapi, seperti pepatah, harga memang ga pernah bohong. J
Istimewanya, ikan dan kepiting yang dimasak disini biasanya fresh jadi berasa makan tangkapan laut di pinggir pantai, haha. Mulai dari ikan baronang, kerapu, cumi, udang dan tentu saja yang tidak boleh ketinggalan dipesan adalah kepiting. Nah yang jadi menu andalan disini adalah kepiting asap, dengan bumubu yang bisa dipilih sesuai selera seperti saus singapore, asam manis, saus padang.

2.    Suis Butcher, tempat steak yang satu ini punya arti lebih buat saya. Selain tentu saja steak yang lezat yang selalu memanjakan lidah saya, disini juga merupakan tempat pertama kali saya merayakan hari yang sangat istimewa. J
Steak yang ditawarkan disini sangat beragam,mulai dari T-bone steak, Lamb Chop, Cordon Bleu, pasta, dessert yang manis dan menu lain yang menggugah selera.

T-Bone Steak

3.    Ayam Penyet & Cobek Pak Kumis, bentuknya sih seperti warung tenda biasa yang menjual ayam. Tapi pelayanannya yang serba cepat dan ramah bikin pengunjung yang dateng ga bosen nunggu makanan dateng walaupun kadang pengamen dateng silih berganti. Menunya cukup beragam, mulai dari ayam, bebek, sampai tahu dan tempe. Saya biasa pesan ayam goreng penyet, ayamnya goreng yg renyah dipenyet dengan sambal yang menggoda disajikan dengan selada, timun dan jeruk nipis. Tak lupa tahu, tempe dan usus goreng sebagai pelengkap.

4.    BMC (Bandoengsche Melk Centrale), resto legendaris kota Bandung sejak jaman Belanda yang kini tidak hanya menyajikan penganan dari susu tapi juga masakan perpaduan Indonesia-Belanda dengan bangunan Art Deco (sekarang termasuk ke dalam cagar budaya kota Bandung) yang unik untuk dikunjungi. Yang khas dari sini itu olahan dari susu sapinya. Yoghurt berbagai rasa dan variasi ada disini. Saya biasa memesan Leci Cocktail Yoghurt, yaitu yoghurt rasa leci ditambah buah leci asli yang rasanya seger dan kefir aneka rasa yang juga patut untuk dicoba.

Selain tempat-tempat yang saya sebutkan, masih banyak tempat makan yang lain yang bisa dipilih sesuai selera, seperti Sushi Tei dan Sushi Den bagi penggemar Sushi, Kedai Ling-ling dan Gokana Ramen bagi pecinta Ramen, Tudari dan Rumah Lezat Simplicio bagi penggemar masakan negara lain, The Harvest untuk penyuka cokelat, nasi cikur Basajan (dengan nasi cikur dan tim peda sebagai menu andalan) dan Bancakan untuk penggemar masakan khas tanah sunda.


 Bandung tidak hanya memberikan referensi kuliner yang beragam untuk saya, tetapi juga memberikan saya pasangan pecinta kuliner yang hebat, mengajarkan hidup mandiri, mengenalkan persahabatan, memberikan arti mendalam akan sebuah hubungan, memperkaya wawasan dan pergaulan, ilmu pengetahuan. Walaupun pada akhirnya Bandung juga yang menghianati kasih saya, tapi kecintaan saya terhadap kota ini tidak pernah berubah. Selain karena banyak hal yang telah saya alami di Bandung, juga karena suasananya yang nyaman yang selalu membuat saya ingin terus kembali ke kota ini. Tak heran jika akhirnya saya selalu berbisik, “Bandung I’m in love”. J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS