RSS

Lamaran

“Gue dilamar Rega!”kataku pada Vina yang sedang asyik memainkan ipad kesayangannya.

“Hah?!! Trus lo jawab apa? Apalagi yang elo tunggu, Disa? Ntar keburu Rega ngga mau sama elo.” tanyanya sambil kemudian mendekatiku. Belum sempat aku menjawab, ia kembali memberondong dengan pertanyaan. “Kalian udah sama-sama punya penghasilan, usia udah cukup, kenal udah lama, keluarga juga udah saling tau. Trus mau kapan?”

“Iya gue tau Vinaaa, tapi..”ujarku.

“Tapi apalagi? Temen - temen seusia kita udah pada gendong anak, minimalnya udah menikah dan ada pendamping hidup. Gue aja udah mau married!” tukasnya cepat.

“Pernikahan bukan sebuah perlombaan siapa yang paling cepat adalah sang pemenang, karena justru kita berlomba untuk bisa langgeng sampai maut memisahkan kita sama pasangan kita. Karena gue pengen menikah hanya satu kali seumur hidup gue dan gue ngga mau salah memilih pasangan hidup gue. Dan dia satu pemikiran sama gue.” jawabku.

“Kalo gitu apalagi yang lo pertimbangin? Apa Rega kurang ganteng? Kurang macho? Kurang kaya? Kurang apalagi?" tanyanya gemas.

“Bagi gue fisik hanya pendukung. Kalo gue cuma jatuh cinta sama fisik, ketika dia tua dan keriput nanti gue akan mudah ninggalin dia. Kalo gue jatuh cinta karena materi, ketika dia udah ngga punya apa-apa gua bakal gampang ngelepasin dia dan secara finansial gue juga punya penghasilan sendiri jadi gue ngga ngeliat itu semua. Gue udah ngeliat Rega berkorban begitu banyak buat gue.. gue ngerasain sayangnya dia ke gue tuh tulus dan bener-bener gede, bukan semata-mata cuma karena dia pengen jadi pendamping gue. Cuma..”jawabku kemudian.

“Ya terus mau nungguin apalagi? Ntar kburu Rega ngga mau nikahin elo”, ucapnya.

“Gue percaya sama ketentuan Tuhan..”

“Takdir maksud elo?”, ia memotong cepat.

“Iya, gue percaya Tuhan tau yang terbaik buat hambanya. Kalo emang Rega buat gue, cepat atau lambat Rega pasti akan jadi milik gue dan bukan milik orang laen. Begitupun sebaliknya kalo bukan buat gue, mau segimanapun gue keukeuh dia ngga akan jadi milik gue. Whoever is meant to be there, will still be there. You just have to trusted God knows what we need better than us. Makan yuk ah gue laper!”, ajakku.

“Etapi trus lo jawab apa?”, seakan tersadar pertanyaannya belum mendapatkan jawaban, Vina mengulang pertanyaannya.

“Doain aja supaya mimpi gue dilamar Rega, besok ato lusa jadi kenyataan..”ujarku kemudian.

“Whaaaaaat??”



-Seminyak, 180415-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Delete

“Bienvenue dans mavie, tout est brilliant ici.. “ terdengar suara panggilan masuk dari ponsel perempuan itu. Ia yang sedari tadi sedang mengerjakan pekerjaan kantornya, dengan sedikit malas kemudian beranjak dari kursinya mendekati tempat tidur dimana ponselnya berada.

Angga.. nama itu tertera dilayar ponselnya.  Dengan sedikit mengernyitkan dahi ia menekan tanda reject di ponselnya. Belum sempat ia beranjak, ponselnya kembali berdering dengan nama yang sama. Ia kemudian menekan tombol yang sama seperti sebelumnya.
Angga, sebuah nama yang selalu membangkitkan kenangan di benak perempuan itu. Sebuah nama yang pernah membuat hidupnya begitu bahagia, pun menjadi sebuah nama yang pernah meninggalkan luka yang menganga di hatinya. Kini nama itu muncul kembali di layar ponselnya, sekian lama mereka tidak pernah berkomunikasi setelah kejadian terakhir beberapa tahun lalu. Dengan suara yang dibuat setenang mungkin ia kemudian menjawab panggilan itu.
               
“Halo!” ucapnya.

“Halo April, apa kabar?” terdengar suara diseberang sana,masih dengan kehangatan yang sama seperti beberapa tahun yang lalu.

“Baik, kamu apa kabar?” perempuan itu berusaha berbasa-basi.

“Aku baik, lagi apa nih? Ganggu ngga aku telepon kamu?”

“Hmm, lagi ngerjain kerjaan kantor ada yang mesti aku siapin buat meeting besok.  Ada apa nih, tumben nelepon aku? Ada yang bisa aku bantuin?” jawab perempuan itu.

“Ah ngga, lama aja ngga denger kabar kamu. Daripada aku denger berita simpang siur kan mendingan aku cari tahu sama orangnya langsung, lagian aku kangen sama kamu.” Ucap suara di seberang sana seolah tanpa beban.

Dengan perasaan yang sedikit tak menentu perempuan itu kemudian menjawab “Ah kamu gombal, becanda aja ah. mana mungkin kamu kangen sama aku.”

“Serius aku kangen sama kamu,  aku kangen semua tentang kamu.”

Perasaannya semakin tak menentu mendengar jawaban hangat laki-laki yang tak pernah berhenti ia cintai. Dengan suara yang dibuat setenang mungkin ia berusaha mengalihkan pembicaraan “ Eh apa kabarnya Rara? Kamu masih sama dia kan?”

“…” hening

“Angga, are you okay?” tanya perempuan itu kemudian.

“… I’m fine April, kabar Rara terakhir baik tapi aku ngga tau kabarnya sekarang.” Jawabnya.

“ Loh ko bisa gitu?” tanya perempuan itu.

“Tiga bulan sejak kejadian malam itu, aku ninggalin Rara. Dia yang pernah aku pikir bisa gantiin kamu, ternyata malah semakin bikin aku ngga bisa berhenti mikirin kamu. Aku merasa sangat bersalah sama kamu. Aku berusaha bikin kamu benci aku dengan ngejadiin Rara sebagai alasan kita berpisah, tapi ternyata tak mampu membuat aku menepis bayangan kamu. Semua sudah aku coba untuk ngelupain kamu tapi aku ngga bisa. Bahkan beberapa tahun ini aku berusaha untuk menyibukkan diri dengan memulai kembali hobiku, membuka diri mendekati perempuan lain dan berusaha untuk menjauhkan diriku dari semua yang berhubungan dengan kamu tapi nyatanya itu tak mudah. Terlalu banyak kenangan yang pernah kita lalui, dan terlalu jauh aku mencintai kamu sampai aku ngga bisa lepas dari kamu. Sampai saat ini aku masih mencintai kamu, April. Kamu yang selalu menjadi penyemangatku. ” jelas suara diseberang sana tanpa diminta.

“Aku kangen kamu, kangen senyuman kamu, marahnya kamu sama aku, aku kangen semua tentang kamu..” ujarnya kemudian, berusaha membuka kembali kenangan yang pernah ada diantara mereka.

April terhenyak mendengar pengakuan dari lelaki itu. Ada sedikit perasaan rindu akan kehadiran Angga di hidupnya, tetapi ia segera menepis perasaan itu. Bukan karena ia tak lagi mencintai laki-laki itu, walaupun ia pernah terluka tapi perasaannya terhadap Angga tak pernah berubah. Hanya saja, ia tak ingin terluka untuk kedua kali dengan alasan yang sama. Ia telah menerima dengan sadar bahwa jika ia memang berjodoh dengan Angga, maka Tuhan akan menuntun mereka untuk bersatu kembali.

Ia meraih sebuah foto disamping tempat tidurnya. Dipandanginya foto itu untuk beberapa lama, Rafi kekasihnya yang selama setahun terakhir mengisi kekosongan dihidupnya dan menjadi teman disaat ia terpuruk oleh cintanya terhadap Angga.

“April, are you there?” terdengar suara Angga diseberang sana.


“…” perempuan itu hanya terdiam dan menjawab dalam hatinya “Sorry Angga, the memories that you request has been deleted by the other person that related to..



-Bogor, 010215-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tanda Tanya

Lelaki itu tengah asyik berkutat dengan tabletnya, matanya lincah membaca kalimat demi kalimat berkas beasiswa yang ia terima dari perusahaan tempatnya bernaung. Tak lama ia membubuhkan tanda tangan dan namanya di kolom paling bawah draft itu. Kemudian sebuah senyuman mengembang di bibir seorang Erlangga Adi Satria, pertanda ia puas dengan hasil pekerjaannya. Terbayang dibenaknya dalam  waktu kurang dari dua bulan ia akan menempuh perjalanan panjang menuju benua Australia.

“triing..”, masuk sebuah notifikasi permintaan pertemanan di media sosialnya. Ia membuka notifikasi tersebut tapi tampak tidak begitu tertarik. Jemarinya tanpa sengaja membuka panel beranda dan menampilkan berita yang paling baru di post oleh temannya. Sejenak ia mengernyitkan dahi dan mulai satu demi satu.

Tampak beberapa foto perempuan yang ia kenal bersama dengan seorang laki-laki yang mungkin adalah kekasihnya. Bukan hal yang aneh, hanya saja terlalu banyak pertanyaan yang muncul di benak lelaki bernama Erlangga itu.

Aira,  ia adalah kekasih yang sempat mengisi hati seorang laki-laki bernama Erlangga yang tadi aku sebutkan beberapa tahun yang lalu. Bersama Aira, Erlangga menjalani kehidupan selama 7 tahun masa sulit dan senang. Keduanya saling memiliki dan mencintai satu sama lain walaupun memiliki latar belakang adat yang berbeda. Sampai akhirnya mereka kemudian berpisah karena menyadari bahwa cinta mereka tidak mungkin dipersatukan dan tidak ingin dianggap durhaka terhadap ibunya.  Tapi yang selama 7 tahun itu tak pernah satupun foto kebersamaan mereka berdua di unggah di media social milik Aira.

Sekarang ia mendapati kenyataan yang lain, Aira dengan mudah mengunggah foto-fotonya dengan lelaki itu tanpa menyadari ada seseorang yang sedikit banyak merasa terluka. Walaupun sebenarnya Erlangga tahu kondisi Aira dan lelaki itu memiliki cerita yang sama yang sempat dijalani olehnya dahulu. Aira pernah menceritakannya  satu waktu. Tidak semua yang mereka alami aku ceritakan disini, tapi mereka sempat dekat setelah berpisah sampai pada akhirnya Erlangga memutuskan untuk menghilang  dari kehidupan Aira untuk menjaga perasaannya agar tidak semakin terluka.


Muncul prasangka di benak Erlangga “Apakah Aira benar mencintai aku ketika itu?”, “Mungkinkah ia malu terhadapku..ataukah…ataukah..” dan semakin banyak prasangka yang datang. Aku tahu ia kecewa dan sedikit perasaan terluka karena pada kenyataannya memori akan luka yang pernah dihadirkan oleh Aira kembali menyeruak. Tapi Erlangga lalu menepis semua prasangka itu.. yang ia tahu Aira adalah masa lalunya. Pahit atau manis masa lalunya, itu yang mengantarkannya di titik yang sekarang. Hatinya mungkin pernah terluka tapi dari situ ia belajar untuk menyembuhkan dirinya sendiri. Ia mungkin pernah terjatuh tapi dari situ ia belajar untuk bangkit. Ada sedikit penyesalan dalam hatinya karena telah mengikuti rasa ingin tahunya akan foto Aira itu,tapi ia tahu bahwa sesuatu terjadi karena sebuah alasan dan ia semakin  tega membunuh kepedulian dan hatinya akan segala sesuatu tentang Aira, perempuan yang pernah dengan sangat ia cintai. Dan aku, aku adalah sepercik memori Erlangga akan Aira yang berusaha ia tinggalkan bertepatan dengan kepergiannya ke negeri kangguru itu.



-Denpasar, 190415 – 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Rela

“Kamu tau apa yang kamu lakukan?” tanya Evan sore itu. “Sebagai sahabat, aku ngga ingin ngeliat kamu seperti ini.”

“Iya” jawabku.

“Tahu apa akibatnya?” tanyanya kemudian seolah hendak menahanku untuk tidak mempertahankan hubunganku dengan Arvin yang sedang goyah. Ia tahu betul hancurnya perasaanku ketika tahu Arvin bermain api dengan orang yang dia kenalkan sebagai teman kantornya. Sementara hubunganku dengan Arvin sudah berjalan lebih dari 6 tahun dengan tanpa pertengkaran besar.

“Iya..” jawabku pendek. Evan menatapku lekat seolah tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

“Apa yang membuatmu bertahan, Div?” ujarnya.

“Cinta dan sayang..” jawabku. Evan yang duduk disebelahku hanya menggelengkan kepalanya masih dengan tatapan tidak percaya pada jawabanku. Wajar saja dia bertingkah demikian mengingat semua kejadian yang menimpa pada hubunganku dengan Arvin. Evan menjadi satu-satunya tempatku mengadu, ia adalah saksi hidup perjalanan cintaku dengan Arvin. Iapun seolah ikut merasakan kepedihan hatiku kala itu. Jelas jika ia tidak setuju dengan sikapku yang terlihat selalu diam terhadap kelakuan Arvin.

“Jika dia melepasmu?” tanyanya kemudian

“Aku lepas dia..” jawabku perlahan. Terlintas kejadian demi kejadian yang memporak porandakan hati menjadi serpihan tak berbentuk oleh perilaku Arvin, kekasihku. Pun ketika aku telah berusaha menyatukan kembali serpihan itu, Arvin kembali membuatnya terberai. Seketika mataku terasa hangat oleh genangan airmata yang belum sempat terjatuh.

“Jika dia tidak melepasmu?” sambungnya.

“Aku tidak akan melepasnya..”

“Mengapa kamu jadi seperti ini, Diva?” tanyanya lembut berusaha mencari arti dari jawabanku.

“Aku lelah untuk mengenal yang lain..” ujarku sambil tertunduk dan menahan tangis yang sejak tadi akan tumpah.

“Kalau dia belum lelah sepertimu?”

“Aku akan merelakan apa yang bukan menjadi milikku… God knows who belongs in my life and who doesn’t. I try to trust and let go. Whoever is meant to be there, will still be there.” jawabku berusaha tegar dengan tangis yang tertahan.



- Jakarta, 240115 -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Terbaik

“Aku sayang sama kamu, melebihi apa yang kamu ketahui tentang aku Shaira..”, pria itu mencoba meyakinkan wanita dihadapannya.

“Emm…”,hanya itu kata yang meluncur dari bibir mungil wanita itu.

“Aku serius sayang.. tak pernah sedetikpun aku berhenti memikirkan kamu, sampai saat ini. Aku menyesali semua yang pernah terjadi di antara kita. Aku menyesali perpisahan itu. Hidupku bahkan tidak lagi sama seperti saat bersama kamu.”,lanjut pria itu.

“Bukannya kamu yang menginginkan perpisahan itu?!”, ujar Shaira sambil memainkan sendok ice cream kesukaannya yang telah sedari tadi menggoda selera makannya.

“Aku tak pernah benar-benar menginginkannya sayang, kamu sendiri tahu itu..”

“Tapi sikapmu yang menduakanku tidak mendukung semua perkataanmu hari ini.”, potong Shaira. Pria itu hanya tertunduk lesu kemudian berkata, “Aku berusaha memberikanmu yang terbaik, membuatmu mengenal baik dan burukku. Hanya itu maksudku.”

“Memberikan yang terbaik dalam pengertianku adalah dengan tidak menyakiti perasaan orang lain, terlebih orang yang kita sayang dan tidak pernah membiarkannya terluka dengan segala sikap maupun ucapan kita. Lantas apakah dengan memberikan luka yang sama di tempat yang sama adalah cara memberikan yang terbaik dalam pengertianmu? Ataukah aku yang terlalu berharap besar terhadapmu bahwa kamu akan selalu menjadi pangeran terbaik yang pernah dimiliki oleh seorang perempuan?” ujar Shaira lemah.

“Apalagi yang kamu inginkan sekarang, David? Apa kamu sudah lelah mencari? Ataukah perempuan yang kamu kencani sekarang tak membuatmu berhenti  untuk mencari yang terbaik?”, lanjutnya.

“Aku.. aku tak bisa berhenti untuk selalu memikirkan kamu. Semuanya tak sama tanpa kamu. Dia yang kuharapkan bisa menggantikan kamu ternyata tak seperti yang kubayangkan. Aku bersalah kepadamu.. aku sangat mencintai kamu dan berharap kamu memafkan kesalahanku. Aku menyadari kesalahanku, kamu adalah nafasku.. aku tak pernah bisa lega tanpa ada kamu. Kehilangan kamu lambat laun membuat hidupku tak seimbang, aku terlambat menyadari bahwa kamu adalah yang terbaik dalam hidupku”, lelaki itu menatap sorot lembut sepasang mata hitam perempuan di hadapannya, mencoba menemukan kembali cinta dari perempuan yang tak pernah lepas dari hatinya.

“Sikapmu sudah terlalu menyakiti hatiku David, your  word mean nothing when your action are the complete opposite..”,ucap Shaira perlahan diiringin tatapan lekat dari lelaki yang selalu dicintainya. 



-Bogor, 281214-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Move Up

“Siapa sih sebenernya jodoh gue?”, celetuk Vanya pada Sasha sahabatnya di suatu sore di kedai kopi kesukaan mereka.

“Jodoh kan udah ada yang ngatur, Nya kenapa lu ribet amat sih?! Jodoh, kematian, peruntungan, rejeki & hal-hal lain yang ngga dimengerti oleh akal manusia kan udah diatur sama Tuhan. Setiap manusia punya garis takdirnya masing-masing Nya.”,ujar Sasha sampil menyeruput Vanilla Late miliknya.

“Gue ngerti, Sha Tuhan udah ngatur semuanya.. tapi kenapa sampe detik ini gue belum ketemu sama jodoh gue? Sementara orang laen kayaknya bisa dengan mudah dapetin pasangannya. Lha gue, udah pacaran sama Rafa, Rio, Surya, dll tapi belum ada satupun yang ngajakin gue serius.”ujar Vanya kemudian.

“Nya, kalo kata gue mereka tuh bukan ngga ada yang ngajakin lu serius tapi elunya aja yang belum mau serius sama mereka. Elu terlalu lama hidup dalam bayangan Adit. Gue tahu lu sayang banget sama Adit dan lu udah berharap banyak sama Adit, tapi lu harus sadar kalo dia udah jd suami orang yang dijodohin sama dia. Lu harus ngehargain istrinya bukannya terus mertahanin Adit untuk terus ada disamping lu atopun harus ada ketika lu butuh. Tuhan mungkin lagi nyiapin waktu yang tepat untuk elu ketemu sama jodoh lu” Jawab Sasha panjang lebar.

“Gue udah nerima semuanya Sha, cuma kadang gue mikir waktu itu Adit bisa aja nolak perjodohannya dan milih gue. Gue yakin dia lebih cinta sama gue.. gue ga bisa lepas dari Adit. Gue kadang iri sama temen-temen yang laen yang bisa dapetin pasangan yang dicintainya walopun mungkin kisah cintanya lebih sulit dari gue, kaya Vino-Rissa yang beda agama, Rasya-Fitri yang beda adat dan negara ato siapalah, sementara gue..?”, mata Vanya mulai berkaca-kaca dengan tangannya tidak henti mengaduk Strawberry milkshake yang dipesannya tadi.

“Ngga semua hal berjalan sesuai keinginan kita sayang. Mungkin itu yang terbaik buat kita, diajarkan rasa sakit untuk kemudian bahagia ataupun diajarkan jatuh untuk kemudian bangkit. Yang harus lu lakuin adalah move up, bukan cuma move on atopun stuck di lembaran ini. Masi banyak halaman kosong yang harus lu warnain di hidup lu. Masi banyak yang antri  buat serius sama lu asalkan lu mau peka. There will be many chapter in your life, don't get lost in the one you're in now. Dan satu hal yang harus lu inget many people never get what they deserve because they are too busy holding things they are supposed to let go, dear..”ujar Sasha kemudian sambil berusaha menenangkan Vanya yang kini hanyut dalam diamnya.    




-Bandung, 060115 -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS