RSS

Rangkaian Mimpi

“Kamu tidak pernah memahami apa yang kurasakan, Rasya.. Dalamnya rasa sakit yang aku rasakan karena perlakuanmu, dan pedihnya luka di hati ini.
Ribuan kali aku berusaha menepikan perasaan sayangku, ribuan kali pula aku mencoba menyangkal kalau aku masih sayang kamu, tetapi kenapa sekarang tiba-tiba kamu datang kembali? Apalagi yg kamu harapkan dariku?”.

“Aku mencintaimu, aku membutuhkanmu, itu yang selalu kamu bilang ketika aku mempertanyakan kesungguhanmu padaku. Tapi aku tak pernah merasakan hal yang sama seperti yang kamu katakan. Sikap dan ucapanmu selalu bertolak belakang, lantas apalagi yang harus aku percayai dari kamu?”

“Ucapmu kamu paham apa yang aku rasakan tapi kamu tidak pernah menjadi aku & kamu tidak akan pernah sedikitpun mengerti perasaan aku. Makanya kamu selalu melakukan hal yang sama, menyakiti perasaanku.”

“Masih terngiang jelas di telingaku ucapanmu dimalam ketika kita beradu argument karena kamu membela perempuan yang kamu bilang hanya sebatas teman bermain musik. Padahal aku tau kamu punya hubungan lain dengannya. Saat itu kamu bilang masaku untukmu sudah lewat..kini adalah masanya di hidupmu..dan ribuan kata lain yang membuatku terluka. Itu menjadi bagian dari rangkaian luka yang berkepanjangan buatku karena setelahnya, kamu datang kepadaku lagi dan sekarang kembali menemukan perempuan lain untuk kamu kencani dan pada akhirnya mencariku lagi.
Lantas apa artinya aku untuk kamu selama ini? Apakah hanya sebuah barang yang kamu simpan ketika kamu butuhkan dan kamu buang ketika kamu tak memerlukannya?”

“Aku tahu keyakinan membuat kita sulit untuk bersatu. Tapi aku selalu percaya ketika Tuhan berkehendak, maka tak ada yang tak mungkin.
Rasya, aku memberikanmu kesempatan untuk berubah karena aku percaya ada alasan lain dibalik semua sikap kamu. Hanya saja kali ini aku merasa lelah, terlalu lama hatiku kamu sakiti, luka yang kamu buat di masa lalu pun belum sempat mengering, kini kamu balut dengan luka yang lain.

“Memang kamu pernah berucap kalau aku adalah hidup kamu, aku adalah sebagian dari diri kamu, dan kata-kata lain yang dulu selalu membuatku percaya akan cintamu. Tapi itu tak berarti apa-apa..hanya sebuah kata-kata buatmu.
Hatiku lelah Rasya, semua yang aku lakukan tak pernah berarti dimatamu, kehadirankupun tak pernah kamu anggap.. Enam tahun aku mendampingimu dalam suka ataupun duka, tapi rasanya semua tak ada artinya..”

“Aku tak pernah menyerah terhadap kamu, tapi aku menyerah terhadap diriku.. Aku menyerah pada hati yang tak ingin lagi tersakiti..
Mungkin Tuhan mengirimmu hanya sebagai rangkaian mimpi buatku agar aku tersadar bahwa hidup tak selamanya indah..”, ucap Ayla pada sesosok pria dalam foto di genggamannya.



-Jakarta, 31.01.14-


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS