RSS

Untitle

Perih,
kubiarkan luka ini menyelimutiku.

Aku berserah
pada sakit dan kecewa
yang mengaliri diri ini.

Kuresapi tiap jengkal kehampaan
yang membekukanku.

Dalam diam,
sepi,
tanpa kata,
tanpa nada,
hanya isak dan tetesan air mata

yang tahu kesakitan ini.



- a pieces to remember-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Pulau Pari


           Pulau Pari yang terletak di Kepulauan Seribu Selatan merupakan salah satu pulau cantik yang berada di perairan Kepulauan Seribu. Dengan kapal cepat, pulau Pari bisa ditempuh 1-1,5 jam dari Dermaga Marina Ancol atau dari pelabuhan Kaliadem di Muara Angke.

     Di liburan kali ini saya sengaja menyempatkan diri mengunjungi pulau cantik ini bersama dengan salah satu sahabat saya. Terkenal dengan keindahan Pantai Pasir Perawan (Pantai Perawan) yang terhampar luas dengan pasir putih dan berair bening kehijauan, menjadikan pulau ini semakin banyak dikunjungi wisatawan. Objek lain yang tidak kalah menarik untuk dikunjungi, yaitu Pantai Pasir Kresek dan Dermaga Bukit Matahari. Di Pantai Pasir Kresek kita bisa menemukan bintang laut dan coral yang cantik.


Selain pantai, pulau Pari menawarkan keramahan penduduk dan ketenangan sebagai penghiburan ditengah kesibukan dan kebisingan aktivitas kota. Di pagi atau sore hari, berkeliling pulau dengan menggunakan sepeda sambil diiringi suara ombak dan kicauan burung menjadi kenyamanan tersendiri bagi saya.  

Pulau ini juga memiliki spot snorkling yang sayang jika dilewatkan begitu saja karena biota laut yang ada di sekitar pulau ini cukup beraneka ragam. Terumbu karang yang beraneka warna, anemone yang menari-nari dan ikan-ikan yang seakan tidak pernah terganggu dengan kehadiran saya diantara mereka.





- Jakarta, 25052013 - 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Bandung Culinary

Bandung dan beragam pesonanya selalu mempunyai tempat di hati saya. Selain karena saya memang dilahirkan disana, berjuta kenangan terukir di kota yang di kenal dengan sebutan Paris van Java itu. Saya memang dibesarkan di bumi parahyangan, tepatnya di ibukota priangan timur. Tetapi, Bandung sudah mendarah daging dalam diri saya.

Bandung memang tidak akan pernah ada habisnya. Walaupun tingkat kemacetan semakin tinggi karena semakin banyaknya wisatawan yang datang pada masa liburan dan weekend, banjir yang datang ketika musim hujan, tidak akan mempengaruhi kecintaan saya terhadap kota ini. Berbicara mengenai Bandung, tak lengkap juga jika tidak membicarakan kulinernya yang semakin beragam dari hari ke hari, mulai dari makanan ringan sampai makanan berat. Mulai dari masakan tradisional Indonesia, sampai mancanegara. Beberapa yang menjadi favorit saya diantaranya adalah:

1.   HDL 293 Seafood, masakan serba seafood yang selalu memanjakan lidah ini harganya emang bersaing banget. Tapi, seperti pepatah, harga memang ga pernah bohong. J
Istimewanya, ikan dan kepiting yang dimasak disini biasanya fresh jadi berasa makan tangkapan laut di pinggir pantai, haha. Mulai dari ikan baronang, kerapu, cumi, udang dan tentu saja yang tidak boleh ketinggalan dipesan adalah kepiting. Nah yang jadi menu andalan disini adalah kepiting asap, dengan bumubu yang bisa dipilih sesuai selera seperti saus singapore, asam manis, saus padang.

2.    Suis Butcher, tempat steak yang satu ini punya arti lebih buat saya. Selain tentu saja steak yang lezat yang selalu memanjakan lidah saya, disini juga merupakan tempat pertama kali saya merayakan hari yang sangat istimewa. J
Steak yang ditawarkan disini sangat beragam,mulai dari T-bone steak, Lamb Chop, Cordon Bleu, pasta, dessert yang manis dan menu lain yang menggugah selera.

T-Bone Steak

3.    Ayam Penyet & Cobek Pak Kumis, bentuknya sih seperti warung tenda biasa yang menjual ayam. Tapi pelayanannya yang serba cepat dan ramah bikin pengunjung yang dateng ga bosen nunggu makanan dateng walaupun kadang pengamen dateng silih berganti. Menunya cukup beragam, mulai dari ayam, bebek, sampai tahu dan tempe. Saya biasa pesan ayam goreng penyet, ayamnya goreng yg renyah dipenyet dengan sambal yang menggoda disajikan dengan selada, timun dan jeruk nipis. Tak lupa tahu, tempe dan usus goreng sebagai pelengkap.

4.    BMC (Bandoengsche Melk Centrale), resto legendaris kota Bandung sejak jaman Belanda yang kini tidak hanya menyajikan penganan dari susu tapi juga masakan perpaduan Indonesia-Belanda dengan bangunan Art Deco (sekarang termasuk ke dalam cagar budaya kota Bandung) yang unik untuk dikunjungi. Yang khas dari sini itu olahan dari susu sapinya. Yoghurt berbagai rasa dan variasi ada disini. Saya biasa memesan Leci Cocktail Yoghurt, yaitu yoghurt rasa leci ditambah buah leci asli yang rasanya seger dan kefir aneka rasa yang juga patut untuk dicoba.

Selain tempat-tempat yang saya sebutkan, masih banyak tempat makan yang lain yang bisa dipilih sesuai selera, seperti Sushi Tei dan Sushi Den bagi penggemar Sushi, Kedai Ling-ling dan Gokana Ramen bagi pecinta Ramen, Tudari dan Rumah Lezat Simplicio bagi penggemar masakan negara lain, The Harvest untuk penyuka cokelat, nasi cikur Basajan (dengan nasi cikur dan tim peda sebagai menu andalan) dan Bancakan untuk penggemar masakan khas tanah sunda.


 Bandung tidak hanya memberikan referensi kuliner yang beragam untuk saya, tetapi juga memberikan saya pasangan pecinta kuliner yang hebat, mengajarkan hidup mandiri, mengenalkan persahabatan, memberikan arti mendalam akan sebuah hubungan, memperkaya wawasan dan pergaulan, ilmu pengetahuan. Walaupun pada akhirnya Bandung juga yang menghianati kasih saya, tapi kecintaan saya terhadap kota ini tidak pernah berubah. Selain karena banyak hal yang telah saya alami di Bandung, juga karena suasananya yang nyaman yang selalu membuat saya ingin terus kembali ke kota ini. Tak heran jika akhirnya saya selalu berbisik, “Bandung I’m in love”. J

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Akhir

Adrian, seorang pria tampan dari keluarga berada yang diliputi kegelisahan. Sudah sejak lama ia dirudung kebimbangan. Keluarganya memintanya segera menikahi gadis yang telah dipilihkan untuknya, yang sesuai dengan kriteria sang ibu yaitu satu adat dan seagama.

Keluarganya adalah kristiani yang taat, sementara ia adalah tipikal pria dengan pemikiran yang liberal. Walaupun mengetahui adat, tetapi baginya cinta tidak seharusnya memandang suku dan agama. Karena sejatinya Tuhan tahu mana yang terbaik bagi umatnya.

Dalam hatinya, telah lama hadir seorang kekasih yang teramat ia cintai, Kirana nama gadis itu. Menjalin kasih semenjak dari bangku sekolah menengah hingga keduanya pada usia dewasa awal. Kirana, seorang gadis yang dibesarkan dari keluarga muslim. Walaupun mereka memiliki keyakinan yang berbeda, tapi mereka mampu membiaskan perbedaan-perbedaan yang ada. Di hati kecilnya tiada gadis lain yang ia inginkan untuk menjadi pendamping kecuali Kirana.

Adrian, seorang pria tampan yang bimbang. Satu sisi ia ingin membahagiakan ibunya dengan memenuhi harapan ibunya, tapi di sisi lain ia ingin mengikuti kata hatinya dengan menikahi gadis pilihannya.

Pada saat yang ditentukan, ketika Adrian akhirnya harus menentukan pilihan karena hari ini adalah hari dimana keluarga Adrian akan mengunjungi keluarga gadis pilihan ibunya. Adrian termenung. Hati kecilnya berontak, menolak perjodohan ini. Ia tahu ibunya pasti menentang keputusannya, tapi ia tak ingin kebahagiaannya dipertaruhkan seumur hidup dengan menikahi gadis yang tidak ia cintai.

Ia membulatkan tekad untuk menolak pertemuan ini. Ia ingin menikahi Kirana, sang pujaan hatinya. Adrian perlahan mendekati ibundanya, mengutarakan keinginannya kepada sang ibu. Dengan keras sang ibu menentang keinginan putra bungsunya. Yang beliau inginkan adalah kepatuhan dari sang anak yang telah dikandungnya. Adrian teguh pada kemauannya. Bukan ia tak ingin berbakti pada orang yang telah melahirkan dan merawatnya selama ini, tapi baginya banyak cara untuk menunjukkan baktinya pada sang ibu. Jika ibunya ingin melihat ia bahagia, ia ingin bahagia sesuai dengan cara yang ia pilih. Apapun konsekuensi yang harus ia hadapi, ia akan menerima dengan lapang.

Diiringi airmata sang ibu, Adrian hengkang dari rumahnya yang nyaman, ia mengejar mimpinya untuk menikahi Kirana dan hidup bahagia dengannya. Dalam perjalanan, hatinya dipenuhi keraguan. “Apakan Kirana masih menyimpan hatinya untukku? Apakah ia masih mencintaiku seperti dahulu setelah semua yang kulakukan padanya?” batin Adrian. Keragu-raguan mulai menerpanya mengingat ia pernah melakukan kesalahan yang dinilai fatal oleh Kirana. Namun segera ia tepis keraguan itu, karena seperti apapun perubahan yang terjadi pada diri Kirana, ia akan selalu menyisakan tempat untukku dihatinya, bisik hati Adrian yang lain.

Kemudian, tibalah ia didepan teras rumah bercat putih itu. Masih dengan rupa yang sama seperti ketika ia terakhir kali singgah di rumah itu. Perlahan ia mengetuk pintu dan mengucapkan salam. Beberapa lama kemudian tampak seorang wanita paruh baya membukakan pintu untuknya dan mempersilahkan masuk. Ia mengenali wanita itu sebagai Tante Vien, ibu Kirana. Ketika pertama kali melihat Adrian, tampak semburat kesedihan pada diri Tante Vien. Setelah menyampaikan salam, Adrian mengutarakan maksudnya untuk menemui Kirana. Gurat kesedihan semakin jelas terlihat di wajah tante Vien.

“Kiran telah pergi, nak Adrian. Ia pergi membawa kebahagiaannya sendiri.” Tante Vien memulai ucapannya. “Setelah perpisahan kalian, yang  Tante tahu Kiran sangat terpukul.” Ucap tante Vien dengan tangis perlahan. “Tak lama setelah itu, Kiran memutuskan untuk pergi berlibur seorang diri, menjalankan hobinya travelling dan melakukan kegiatan-kegiatan ekstrim yang entah sejak kapan dikenalnya. Karena kesibukan dalam pekerjaannya tak mampu membuat ia melupakan nak Adrian. Sampai satu waktu, ketika Kiran sedang pergi berlibur ia mencoba buggy jumping di sebuah jembatan, tali yang seharusnya sanggup menahan tubuh kecilnya terputus dan menghempaskan tubuhnya keatas batu-batuan dengan sangat keras. Ia meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.” Isak tangis Tante Vien semakin terdengar.

Tante Vien kemudian memberikan sebuah kotak kepada Adrian. Kotak yang berisi sebuah buku dan secarik surat bertuliskan namanya. “Tante menemukan ini ketika membereskan kamar Kiran. Mungkin ada yang ingin ia sampaikan pada nak Adrian.“ ujar tante Vien.
Perlahan ia membaca surat yang ditujukan Kiran padanya.
              
 “Teruntuk sang pangeran yang mengatasnamakan cinta, Adrian..”

“Sayangku..,
ketika kamu membaca surat ini, mungkin aku telah berada di tempat yang jauh..
Aku tak pernah bermaksud untuk mengingkari janji yang pernah ku ucapkan kepadamu
Karena bagaimanapun, kamu akan selalu memiliki hatiku
gimanapun kamu, dan sesakit apapun luka yang kamu berikan,
aku selalu mencintaimu.
Sekarang, nanti, dan selamanya..”
                                                                                                                               
                                                                                                   Love,
                                                                                                -Kirana-

Adrian hanya mampu termangu menatap buku yang diberikan Kirana untuknya. Dibukanya lembar demi lembar buku itu yang ternyata berisi curahan hati Kirana tentang dirinya lengkap dengan foto dan gambar khas Kirana.

Tanpa terasa bulir-bulir air mata mulai membasahi pelupuk matanya. Teringat akan kenangan yang dimilikinya akan Kirana, impian dan harapan yang pernah ia bangun bersama Kirana, janji yang pernah ia ucapkan pada Kirana, kesalahan dan penghianatan yang pernah ia lakukan terhadap Kirana. Hatinya menjerit menyesali perbuatannya terhadap Kirana. Menyesal tanpa pernah sempat meminta maaf ataupun melihatnya untuk yang terakhir kali. Penyesalan yang sepertinya tak akan pernah berujung bagi Adrian, sang pemuda tampan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS