RSS

Perjalanan Hati

Sebuah jarak terjauh yang kutempuh
Untuk sebuah hati
Karena padahatinya 
Hatiku tertaut.

Lama, aku tlah jatuh
Memberikan semua rasa
Menyandarkan sebuah harap
Pada satu nama.

Karena hati ini tak mau mengerti
Karena hati ini selalu menunggu
Untuk sebuah nama.

Hatiku, aku tahu
Kau bersungguh-sungguh
Menyimpan semua kasihmu untuknya
Untuk merangkai sebuah cerita
Sampai ujung usia.

Tapi apakah ia mengerti,
Jika kau hanya menginginkan dia
Di hidupmu? 
Semoga.


- 14.02.2013, catatan kaki dalam perjalanan
menuju sebuah kota di Jawa Timur -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sajak Kecil Tentang Cinta

mencintai angin harus menjadi siut
mencintai air harus menjadi ricik
mencintai gunung harus menjadi terjal
mencintai cakrawala harus menebas jarak
mencintaiMu harus menjadi aku


-sjd-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Dengar

Hai hatiku,
Dengarkanlah aku
Aku hanya tak ingin melihatmu
Bersedih dan terluka

Cukup,
Sudahi rasamu
Ia tak mencintaimu
Seorang pecinta tak akan menyakiti
Hati kekasihnya
Dengan berbagi cinta bersama yang lain
Ingatlah,
Ia tak pernah mencintaimu

Sayangi dirimu,
Kemasi kesetiaanmu,
Sudahi rasamu,
Untuk orang yang menyiakan
Hati setulus milikmu..

Bebaskan dirimu,
Berbahagialah!
Walau sepi dan angin kehampaan
Menerpa jiwamu yang beku..



-Untuk hatiku yang telah tersakiti, Athena-

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Miss You..






  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

The Heritage City, Yogyakarta



Bagi sebagian besar orang yang pernah tinggal di Yogyakarta baik untuk sekolah, kuliah, training ataupun sekedar berwisata, akan mempunyai keinginan untuk kembali ke kota yang kental dengan adat dan sejarah ini. Selain karena suasananya yang akrab, nuansa jawi yang hangat, juga karena kuliner dan pesona wisatanya yang unik.

Walaupun Yogyakarta tidak asing untuk saya karena sering menghabiskan waktu liburan disini, tapi ketika saya menjadi salah seorang mahasiswi perguruan tinggi negeri terbesar dikota ini, saya selalu merasa terpaksa untuk tinggal disini karena tuntutan pendidikan. Mungkin karena saya terbiasa dengan cuaca yang dingin dan keadaan kota yang serba terjangkau serta kekasih yang jauh di kota kelahiran saya membuat saya tidak kerasan di semester-semester awal kuliah. Keadaan ini membuat saya sering cepat kembali ke kota tercinta Bandung. Pada waktu-waktu perkuliahan yang padat dan tidak memungkinkan saya pulang, saya seringkali mengunjungi tempat-tempat wisata yang tidak pernah saya kunjungi sebelumnya di kota ini (thanks God saya punya teman-teman yang selalu mau untuk diajak berkeliling mengunjungi tempat wisata dan kuliner disini).


Pada masa-masa tersebut saya mengunjungi Candi Pambanan untuk melihat pertunjukan Sendratari Ramayana yang ternyata sudah mendunia. Pertunjukan tari yang sangat cantik, yang menggambarkan kisah Rama dan Shinta serta kisah asmaranya. Kemudian saya berhasil menaklukkan riak-riak jeram di sungai Ello, menikmati kuliner khas Yogyakarta dan sekitarnya di festival kuliner yang rutin diadakan disana, mengunjungi festival budaya pada hari ulang tahun kota ini, menikmati suasana sekatenan yang rutin diadakan untuk manyambut Maulud Nabi Muhammad SAW, menyusuri jalan menuju Merapi, menikmati buah durian, salak, srikaya di musim berbuahnya sampai menikmati hidangan laut bumbu lokal dan sunset yang cantik di pantai-pantai yang tersebar disini. Tidak ketinggalan museum Ulen Sentalu, Museum Bahari, Benteng Vredeburg dan tidak terhitung tempat-tempat lain yang saya kunjungi pada masa perkuliahan saya di kota ini.



Kini setelah lama meninggalkan Yogyakarta, ada sedikit rasa kangen akan suasana kota ini. Mungkin suatu saat saya akan kembali ke kota ini dan mengunjungi tempat-tempat yang memberikan penghiburan untuk saya. Ya, suatu saat nanti. :)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

LOST

Kehilangan, iya kehilangan. Perasaan itu yang kerap hadir ketika seseorang yang biasanya bersama kita, menemani kita tiba-tiba harus terenggut dari kita. Meninggalkan untuk selamanya. Sama halnya seperti saat seseorang yang pergi dari hidup kita karena takdir tak mempersatukan kita dengannya. Kesedihan dan kehilangan itu sama-sama terasa, bedanya suatu saat kita mungkin bisa bertemu, walau dengan keadaan yang berbeda. Tapi saat seseorang meninggalkan kita karena maut menjemput, rasanya lebih dari sekedar bersedih.

Kangen tapi ga bisa ketemu, hanya bisa melihat wajahnya dari sebuah foto. Rindu dengan suaranya, hanya bisa didengarkan dari sebuah rekaman suara. Kadang, terlintas hal-hal yang menjadi kebiasaan, ucapan-ucapan dan bayangannya di tempat yang pernah dikunjungi bersama.

Kehilangan, berteman sepi dan rindu. Tanpa bisa menyentuh, tanpa bisa memeluk ataupun mendengarkan senandung nyanyiannya.
Hanya sebaris doa yang ku bisikan, “Semoga kau bahagia disana, di tempat terbaik di sisi-Nya. Selamat jalan, om tersayang..”






- 30.01.13 -

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS