RSS

Hanya Sebuah Cerita (Part I)

Seorang teman saya, sebut Bunga pernah bercerita ketika dia mempunyai pasangan (kita sebut A) dia kemudian terlibat sebuah hubungan dengan cowok lain (kita panggil C). Hubungan Bunga dan A sudah hampir 5 tahun, dari keseluruhan mereka adalah pasangan yang kompak dan hampir bisa dibilang kalau mereka cocok dari segi pribadi. Hanya saja ketika mereka menginginkan hubungan tersebut berlanjut ke jenjang berikutnya, ada beberapa hal yang rumit yang tidak bisa mereka temukan jalan keluarnya.
Bunga dan C adalah teman satu sekolah tetapi karena berlainan kelas, mereka tidak pernah saling mengenal dengan akrab, yang biasa mereka lakukan hanyalah saling melempar senyum. Bunga dan C dipertemukan oleh teman Bunga yang ternyata adalah teman sepermainan C. Bunga kemudian terlibat hubungan akrab dengan C. Walaupun hanya beberapa bulan C menemani Bunga karena C harus kembali melanjutkan studinya dikota Y, tapi cukup menimbulkan kesan bagi Bunga. Sebelum kembali ke kotanya, C berjanji akan segera menyelesaikan studinya dan menjalin hubungan yang lebih serius dengan Bunga.
Untuk beberapa saat, Bunga terlihat bimbang. Perasaan Bunga terhadap A memang sudah mendalam tetapi dia juga berpikir realistis untuk kemudian menjalin hubungan yang lebih serius dengan C sesuai dengan janji awal yang ditawarkan oleh C. Walaupun berat untuk berpisah, Bunga kemudian memutuskan untuk berpisah dengan A.  Tampak jelas raut kesedihan diwajah keduanya ketika perpisahan itu terjadi..
Dengan perasaan galau, Bunga segera mengabarkan keadaanya kepada C. C memang kembali hangat, tapi keramahan tersebut hanya bertahan beberapa bulan aja. Tanpa disangka C meminta hubungan mereka hanya sekedar teman biasa. Bunga berharap ada penjelasan dari C tetapi C hanya diam seribu bahasa dan tidak memberi kesempatan sedikitpun kepada Bunga untuk menjelaskan. Bunga kemudian mendapatkan informasi dari teman C, kalau C memiliki pendangan lain mengenai Bunga berdasarkan statusnya di jejaring sosial. Padahal menurut Bunga akunnya tersebut dapat dibuka dengan mudah oleh kawan-kawannya yang lain. Saat ini Bunga tidak dapat menghubungi C sekalipun sudah berkali-kali di telepon maupun sms.
Menurut saya, mungkin ada kondisi tertentu yang tidak dipahami oleh C begitupun dengan Bunga. Kita tidak bisa mengambil kesimpulan hanya dengan melihat status ataupun kicauan seseorang di jejaring sosial. Seharusnya mereka membicarakan hal ini dari hati ke hati karena mereka memiliki niat baik pada awalnya..
Merujuk ke tulisan saya sebelumnya mengenai "Skala Pertemanan"
mungkin skala pertemanan mereka seharusnya kembali ke 0 tetapi ternyata sikap dan perilaku C cenderung mengarah ke skala -1. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 comments:

Billy Koesoemadinata said...

kalo misal itu skalanya mundur untuk kemudian melonjak, gimana? kemungkinan itu ada kan? yang penting, jangan berhenti berharap.. ;-)

rianiutari said...

memang ada beberapa yang seperti itu tetapi biasanya istilah musuhan untuk mereka hanya sebatas permainan karena masih ada contact diantara mereka.
semoga harapan itu masih ada :)

Post a Comment